Tentang Putri
- ini dunia putri
- jombang, jawa timur, Indonesia
- 1. PENGGILA KOPI 2. PENGGILA SEPATU 3. SUKA KETENANGAN
Selasa, Juli 31, 2012
Aku Terbiasa Sendiri
Cinta itu keikhlasan untuk memberi senyuman sekaligus airmata.
Apakah kamu menyebutku dalam do'amu ? Seperti aku yang selalu menyebut namamu dalam do'aku. Dimanapun kamu berada, disanalah kamu bahagia. Meskipun disini aku menangis.
Aku memang selalu mengkhawatirkanmu, bahkan lebih dari aku menglhawatirkan diriku sendiri.
Tolonglah, cobalah mulai mengerti. Mulailah mengerti bahwa aku lelah menangis.
Karena tak ada yang menemaniku saat airmata ini tak tertahankan. Aku sendiri, bersama cinta yang aku anggap bisa menghentikan tangisku. Ketahuilah, mataku sudah sangat lelah, amat sangat lelah. Karen ia yang selalu aku paksa untuk sesuatu yang tak bisa aku ungkapkan dari bibirku. Airmataku yang menjelaskan semuanya. Bagaimana saat aku mengkhawatirkanmu, dan kamu mengabaikan itu. Atau mungkin caraku yang salah. Cinta ini terlalu besar.
Kau tak perlu menemaniku menangis. Aku terbiasa sendiri dan aku mampu sendiri.
Kamis, Juni 21, 2012
Love You
Love You - Howl
Jakku iksukhan hyanggi naneyo geudael seuchyeotdeon barami
Jigeum nae gyeoteul jinaganabwayo
Naui gaseumsoge geudaemaneul bichuneun haessaringabwayo
Apeun sangcheokkaji gamssajuneungeollyo
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/h/howl/love_u.html ]
Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo
Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U yeongwonhi~
Geudae ttaraseo geotgo isseoyo jeogi dalbit dwie sumeo
Geuri nunchi eobseumyeon eotteokhaeyo
Birado naerige gureumege tto hanbeon butakhalkkayo
Jeojeun geudae maeum ana jul su itge
Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo
Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U geudaeyo
Jigeum nae gyeoteul jinaganabwayo
Naui gaseumsoge geudaemaneul bichuneun haessaringabwayo
Apeun sangcheokkaji gamssajuneungeollyo
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/h/howl/love_u.html ]
Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo
Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U yeongwonhi~
Geudae ttaraseo geotgo isseoyo jeogi dalbit dwie sumeo
Geuri nunchi eobseumyeon eotteokhaeyo
Birado naerige gureumege tto hanbeon butakhalkkayo
Jeojeun geudae maeum ana jul su itge
Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo
Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U geudaeyo
More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/h/howl/#share
Mencintainya itu hal yang sangat sulit. Sangat sulit.
Aku baik-baik saja, hanya sedikit tusukan di dada yang rasanya jleb banget. Dan tiba-tiba .. airmata. Lagi.
Karena masa lalunya, itu selalu mampu membuka luka lama. Dan membuatku menangis. Aku jadi cengeng karena dia. Aku jadi lemah karena dia. Tapi dialah salah satu sumber kekuatanku.
Kenapa aku bisa menyukainya ? Lalu mencintainya ?. Ini semua sulit.
Sulit untuk aku mengerti. Pikiranku pun tak mampu menjangkau semua ini.
Semua orang memang punya masa lalu, akupun juga. Tapi masa lalunya benar-benar membuat hatiku perih. Sakit ini nyata.
Apakah cintanya tak sedalam cintaku padanya ?.
Apakah dia mencintaiku seperti aku mencintanya ?.
Itu hanya sedikit dari ribuan pertanyaan di otakku.
Selasa, Juni 19, 2012
Di bawah Hujan
Aku suka tempat itu. Dekat dengan jendela. Dan dekat dengan hujan. Dan aku merindukan hujan yang sudah lama tak menemaniku. Yang membuat pagiku kalang-kabut. Karena hujan ketika pagi, akan mmbuatku galau. Tantangan untuk tetap semangat pergi ke sekolah. Dan bertemu dengannya.
Hujan ... Yang ada saat aku menangis. Menangis ketika merindukan dia, menangis ketika dia bercrita tentang kekasihnya. Dan hujan yang memang selalu setia menemaniku. Mengerti bahwa aku butuh teman. Langitpun akhirnya ikut menangis.
Entah dia merasakan atau tidak ...
Hujan ... menemaniku duduk sendiri di taman. Hingga bibirku membiru, badanku seperti batu es. Hingga membuat orang di rumah bingung karena aku tak kunjung pulang, dan ketika pulang kondisiku seperti ini. Ma'af.
Aku memang suka disana, dulu. Menghabiskan waktu sendiri, ah setidaknya ada hujan, ditemani hujan. Tapi sekarang aku tak pernah lagi kesana. Ma'af, bukan maksudku melupakan mu.
Dulu, sedihku memang membuat semua orang susah. Membuat nenekku bingung kenapa aku hanya makan sesendok nasi dan lauk, padahal di hadapanku ada sepiring yang biasanya akan ku lahap habis.
Televisiku, jika dia bisa berbicara. Mungkin dia akan bertanya, mengapa aku menangis ketika menonton acara kartun pinguin of madagaskar. Hey, apakah ada adegan yang sangat menyedihkan dalam acara kartun itu ?. Aku pikir tidak. Yang menyedihkan adalah perasaanku. Hatiku yang selalu dia buat hancur berkeping-keping. Aku baru bisa berdiri, dia jatuhkan lagi, jatuhkan lagi, jatuhkan lagi. Belum tertata sempurna hati ini, dia hancurkan lagi, hancurkan lagi, dan hancurkan lagi.
Menyesal ? TIDAK. Aku tidak pernah menyesal mengenalnya, aku tidak pernah menyesal telah mencintainya, begitu mencintainya. Meskipun dia buat sakit yang teramat di dadaku ini. Sakit yang mampu membuat tubuhku lemas dan hanya bisa menangis.
Ah sudahlah. Semua itu hanya akan membuka luka lama. Karena, sekarang aku bahagia bersamanya. Hanya aku dan dia. Kita berdua. Tak ada yang lain.
AKu mencintaimu ... Fakhruddin Ash Shiddiqy Muhammad :*
June, 19, 2012
Kamis, Juni 14, 2012
Sahabat Kecilku
Ku temukan kenangan itu, di celah-celah kolong tempat tidurku. Semua berhamburan keluar. Tak terkecuali airmata ini,
Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Merindukan disaat dimana hujan mengguyur badan kita. Dan tanah sawah menjadi hiasan pada tubuh kita, baju, tak terkecuali wajah.
Sahabat kecilku ...
Kini kita tak lagi seperti dahulu. Berlarian di sawah yang becek ketika musim tanam padi tiba. Tawa lepas menemani sore yang mendung itu.
Kini, aku dan kamu, memiliki jalan masing-masing. Yang jauh berbeda.
Tempo hari, aku melihatmu memegang seputung rokok, dan menghisapnya. Kau tiupkan asapnya keluar. Aku terkejut. Aku merasa, baru kemarin kita bercanda bersama, bermain bersama. Dan masih sama-sama polosnya.
Ketika aku disuapi oleh nenekku semangkuk bubur kacang hijau, dan kamu merengek minta disuapi jua.
Kamu pun tersenyum lebar ketika nenekku mengataka iya.
Masih ingatkah kau ketika kau merebut pensilku ? Hingga aku menangis. Dan kau merebut permen yang baru aku beli. Dan mobil-mobilan yang baru dibelikan ayahku pun juga tak luput darimu. Kau ambil jua.
Aku hanya bisa berlari ke nenekku dan mengadukan semua kenakalanmu. Dan ibumu yang datang untuk menjewer telingamu, lalu kemudian kau dibawa kehadapanku untuk mengembalikan semua dan meminta ma'af. Setelah itu cemberut di wajahku berubah menjadi senyum dan seketika aku berkata "main lagi ayo".
Kau yang mengajariku naik sepeda roda dua. Kau yang membantuku keluar ketika kakiku terjebak di celah pagar tetangga. Saat hujan tiba. Itu saat yang paling kita nanti.
Berlama-lama berendam di got. Hingga suara kakekku yang terdengar berteriak memanggilku untuk pulang. Dan kau malah mengajakku bersembunyi.
Masih ingatkah kau dengan itu semua ?
Langganan:
Postingan (Atom)

